Rabu, 26 Januari 2011

hiburan 1 dan 2

                                                                hiburan1







Ku langkahkan kakiku yang rapuh
Tuk menemui pujaan hatiku
Ku pacu waktu yang kian tak menentu
Tuk menguak tabir hidupku.
Dari hari kehari waktu yang terlewatkan
Ku semakin tak tertahankan
Apa yang selalu kau maksudkan
Apakah masih ada kesempatan.
Puisi cinta yang ku dendangkan
Semakin menjadi kurang muatan
Apakah yang terjadi dalam kehidupan
oh..cinta sejati yang tak terlupakan….
Ku rindu dalam buain mu
ku kangen dalam dekapanmu
ku ingin menyatu dalam wajahmu
masihkan kau menungguku…?????
Kusut,lebam dan pucat yang menghampiriku
Menjadi diriku semakin menjadi kaku
Tangan dan kakiku,seakan membisu
Melihat apa yang sedang berlaku
Masihkah ada ruang dan celah 
Membuat diriku semakin lelah
Seakan hati ini membelah
Membelah menjadi sebuah cinta yang berkawah.
Masihkah …Masihkah…..Hanya Allah swt dan rosulnya yang tahu.

CINTA SANG KEKASIH 15 September 2010

Posted by Ki Pitung in Artikel Hiburan.
add a comment
Apakah karena Mengingat Para kekasih di Dzi Salam.
Kau campurkan air mata di pipimu dengan darah.
Ataukah karena angin berhembus dari arah Kazhimah.
Dan kilat berkilau di lembah Idlam dalam gulita malam.
Mengapa bila kau tahan air matamu ia tetap basah.
Mengapa bila kau sadarkan hatimu ia tetap gelisah.
Apakah sang kekasih kira bahwa tersembunyi cintanya.
Diantara air mata yang mengucur dan hati yang bergelora.
Jika bukan karena cinta takkan kautangisi puing rumahnya.
Takkan kau bergadang untuk ingat pohon Ban dan ‘Alam.
Dapatkah kau pungkiri cinta, sedang air mata dan derita.
Telah bersaksi atas cintamu dengan jujur tanpa dusta.
Kesedihanmu timbulkan dua garis tangis dan kurus lemah.
Bagaikan bunga kuning di kedua pipi dan mawar merah.
Memang terlintas dirinya dalam mimpi hingga kuterjaga.
Tak hentinya cinta merindangi kenikmatan dengan derita.
Maafku untukmu wahai para pencaci gelora cintaku.
Seandainya kau bersikap adil takkan kau cela aku.
Kini kau tahu keadaanku, pendusta pun tahu rahasiaku.
Padahal tidakjuga kunjung sembuh penyakitku.
Begitu tulus nasihatmu tapi tak kudengar semuanya.
Karena untuk para pencaci, sang pecinta tuli telinganya.
Aku kira ubanku pun turut mencelaku.
Padahal ubanku pastilah tulus memperingatkanku

SURAT DARI HAWA UNTUK ADAM 14 September 2010

Posted by Ki Pitung in Artikel Hiburan.
add a comment
Adam…..
Maafkan aku jika coretan ini memanaskan hatimu. Sesungguhnya aku adalah Hawa, temanmu yang kau pinta semasa kesunyian di syurga dahulu. Aku asalnya dari tulang rusukmu yang bengkok. Jadi tidak heranlah jika perjalanan hidupku senantiasa inginkan bimbingan darimu, senantiasa akan tergelincir dari landasan, karena aku buruan syaitan.
Adam… Maha suci Allah yang mentakdirkan kaumku lebih ramai bilangannya dari kaummu di akhir zaman, itulah sebenarnya ketelitian Allah dalam urusanNya. Jika bilangan kaummu melebihi kaumku niscaya merahlah dunia karena darah manusia, kacau-balaulah suasana, Adam sama Adam bermusuhan karena Hawa.
Buktinya cukup nyata dari peristiwa Habil dan Qabil sehingga pada zaman cucu-cicitnya. Pun jika begitu maka tidak selaraslah undang-undang Allah yang mengharuskan Adam beristeri lebih dari satu tapi tidak lebih dari empat pada satu waktu.
Adam… Bukan karena banyaknya isterimu yang membimbangkan aku. Bukan karena sedikitnya bilanganmu yang memusingkan aku. Tapi… aku risau, gundah dan gulana menyaksikan tingkahmu. Aku sejak dulu sudah
tahu bahwa aku mesti tunduk ketika menjadi isterimu. Namun… terasa berat pula untukku meyatakan isi perkara.
Adam… Aku tahu bahwa dalam Al-Quran ada ayat yang menyatakan kaum lelaki adalah menguasai terhadap kaum wanita. Kau diberi amanah untuk mendidik aku, kau diberi tanggungjawab untuk menjaga aku, memerhatikan dan mengawasi aku agar senantiasa didalam ridha Allah.
Tapi Adam, nyata dan rata-rata apa yang sudah terjadi pada kaumku kini, aku dan kaumku telah ramai mendurhakaimu. Ramai yang telah menyimpang dari jalan yang ditetapkan. Asalnya Allah menghendaki aku tinggal tetap dirumah. Di jalan-jalan, di pasar-pasar, di bandar-bandar bukan tempatku. Jika terpaksa aku keluar dari rumah seluruh tubuhku mesti ditutup dari ujung kaki sampai ujung rambut.
Tapi.. realitanya kini, Hawa telah lebih dari sepatutnya. Adam… Mengapa kau biarkan aku begini? Aku jadi ibu, aku jadi guru, itu sudah tentu katamu. Aku ibu dan guru kepada anak-anakmu. Tapi sekarang diwaktu yang sama, aku maju menguruskan hal negara, aku ke hutan memikul senjata. Padahal, kau duduk saja. Ada diantara kau yang menganggur tiada kerja. Apakah kau sekarang tidak lagi seperti dulu? Apakah sudah hilang kasih sucimu terhadapku?
Adam… Marahkah kau jika kukatakan andainya Hawa tergelincir, maka Adam yang patut tanggung! Kenapa..? Mengapa begitu ADAM ?? Ya! Ramai orang berkata jika anak jahat ibu-bapak tak pandai mendidik, jika murid bodoh, guru yang tidak pandai mengajar! Adam kau selalu berkata, Hawa memang keras, tak mau dengar kata, tak mudah diberi nasihat, kepala batu, pada hematku yang dhaif ini Adam, seharusnya kau tanya dirimu, apakah didikanmu terhadapku sama seperti didikan Nabi Muhammad SAW terhadap isteri-isterinya? Adakah Adam melayani Hawa sama seperti psikologi Muhammad terhadap mereka? Adakah akhlak Adam-Adam boleh dijadikan contoh terhadap kaum Hawa?
Adam… Kau sebenarnya imam dan aku adalah makmummu, aku adalah pengikut-pengikutmu karena kau adalah ketua. Jika kau benar, maka benarlah aku. Jika kau lalai, lalailah aku. Kau punya kelebihan akal manakala aku kelebihan nafsu. Akalmu sembilan, nafsumu satu. Aku…akalku satu nafsuku beribu! Dari itu Adam….pimpinlah tanganku, karena aku sering lupa, lalai dan alpa, sering aku tergelincir didorong oleh nafsu2ku. Bimbinglah aku untuk menyelami kalimat Allah, perdengarkanlah aku kalimat syahdu dari Tuhanmu agar menerangi hidupku. Tiuplah ruh jihad ke dalam dadaku agar aku menjadi mujahidah kekasih Allah.
Adam… Andainya kau masih lalai dan alpa dengan ulahmu sendiri, masih segan mengikut langkah para sahabat, masih gentar mencegah mungkar, maka kita tunggu dan lihatlah, dunia ini akan hancur bila kaumku yang akan memerintah.
Malulah engkau Adam, malulah engkau pada dirimu sendiri dan pada Tuhanmu yang engkau agungkan itu…
sumber:Renungan kisah insfiratif

Salju Telah Turun Di Dataran Arab Sebagai Salah Satu Tanda Datangnya Hari Kiamat 24 Juli 2010

Posted by Ki Pitung in Artikel Hiburan.
add a comment
Salju Telah Turun Di Dataran Arab Sebagai Salah Satu Tanda Datangnya Hari Kiamat Sebagaimana diberitakan oleh TV Arab Saudi dan diberitakan kembali oleh Nuansa Pagi RCTI bahwa :
Pada Hari Minggu, tanggal 13 January 2002, di Arab Saudi yang merupakan daerah gurun pasir yang sangat panas dimana matahari bersinar sepanjang hari, telah terjadi suatu fenomena alam yang langka!!!
yaitu dengan turunnya salju dengan lebatnya. Tepatnya di darah Tabuk 1500 km dari Riyad (Ibukota Arab Saudi) ketebalan salju mencapai 20 cm, dan di Yordania suhu mencapi titik beku (0 derajat celcius). Ternyata tahun-tahun terakhir ini di Jazirah Arab yang notabenenya gurus pasir panas, turunnya salju ini telah sering terjadi, tetapi hal ini ditutup-tutupi atau tidak dipublikasikan secara luas.
Ada apa gerangan dengan terjadinya fenomena alam tersebut?…….
Jauh-jauh hari sebelum terjadinya turun salju di Arab Saudi dewasa ini sebagaimana diberitakan di atas, para ilmuan dari King Abdul Aziz University (Arab Saudi) bekerja sama dengan para ilmuan barat dan manca negara telah melakukan penelitian ilmiah mengenai fenomena-fenomena alam yang diterangkan dalam Al-Quran dan Al-Hadist. Salah satunya mengkaji mengenai Hadist Rasulallah SAW di atas.
Kajian ini antara lain dilakukan bersama dengan seorang orientalis, Profesor Alfred Kroner, seorang ahli ilmu bumi (geologi) terkemuka dunia, dari Department Ilmu Bumi Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz, Germany. Ketika ditanyakan kepada Prof. Korner oleh para Ilmuan King Abdul Aziz sebagaimana diterangkan dalam Islam dan Sains hal. 25-26 :
* Bagaimana Nabi Muhammad SAW bisa mengetahui bahwa dahulu kala jazirah/dataran Arab merupakan padang rumput yang subur dan dipenuhi oleh
sungai-sungai yang mengalir?….. Karena Prof Korner tidak beriman kepada Al-Quran dan Al-Hadist, ia menjawab dengan tuduhan bahwa bisa saja Nabi Muhammad SAW mengetahui hal tersebut dari kitab-kitab lama seperti Jabur,Tauret dan Injil yang sering menceritakan bahwa dulu di dataran Arab merupakan padang rumput yang subur dengan banyaknya cerita tentang para pengembala ternak, cerita-cerita tentang kebun anggur dan cerita-cerita tentang pemilik perkebunan yang subur yang sering diceritakan dalam kitab-kitab tersebut. Atau bisa jadi Nabi Muhammad SAW menconteknya dari ilmuan-ilmuan dari Roma pada saat itu.
* Menanggapi tuduhan Prof. Korner tersebut, Ilmuan King Abdul Aziz, menjawab OK, anda bisa saja menuduh seperti itu, tapi apakah keadaan dataran Arab yang subur dahulu kala itu bisa dibuktikan secara ilmiah pada masa Nabi Muhammad SAW hidup 1400 tahun yang lalu?…. Prof. Korner menjawab pada masa itu belum dapat dibuktikan, karena sains dan teknologinya tidak memungkinkan.
* Apakah hal itu benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan secara ilmiah dengan teknologi canggih dewasa ini?… Prof. Korner menjawab ya!.. dahulu dataran Arab dipenuhi dengan kebun-kebun yang subur dan sunga-sungai yang mengalir, dan secara ilmiah keadaan tersebut dapat dibuktikan. Prof Korner menjelaskan bahwa dahulu selama Era Salju (Snow Age), kemudian Kutub Utara icebergs perlahan-lahan bergerak ke arah selatan sehingga relatif berdekatan dengan Semenanjung Arab, pada saat itu iklim dataran Arab berubah dan menjadi salah satu daerah yang paling subur dan hijau di muka bumi. Ini merupakan fakta sains yang tidak bisa dibantah.
* Pertanyaan selanjutnya, bagaimana Nabi Muhammad SAW dapat mengetahui juga bahwa sekali lagi dataran Arab itu akan menjadi daerah yang subur dipenuhi kebun-kebun dan sungai-sungai sebagai tanda datangnya hari kiamat, padahal pada masa itu 1400 tahun yang lalu teknologinya belum memungkinkan untuk mengetahui hal tersebut dan informasi tersebut satupun tidak diterangkan baik dalam kitab-kitab terdahulu maupun dalam penelitian ilmuan-ilmuan Roma?……. Prof. Korner menjawab dengn malu-malu, bahwa Nabi Muhammad SAW dapat mengetahui informasi itu pasti dari sesuatu yang mengetahui betul mengenai alam ini (cuma Prof. Korner mengelak untuk mengatakan secara terus terang bahwa sebenarnya informasi itu datangnya dari Tuhan, Allah SWT yang paling tahu tentang alam ini, karena Dia-lah yang telah menciptakan dan mengaturnya).
* Dan apakah informasi yang dikabarkan Nabi Muhammad SAW 1400 yang lalu bahwa sekali lagi dataran Arab itu akan menjadi daerah yang subur dipenuhi kebun-kebun dan sungai-sungai benar-benar akan terjadi?….. Prof Korner menjawab dengan tegas ya!… karena sebenarnya proses itu sekarang sedang terjadi. Era Salju Baru (New Snow Age) sebenarnya telah dimulai, sekali lagi sekarang salju di kutub Utara sedang merangkak/bergeser perlahan-lahan ke arah selatan mendekati Semenanjung Arab. Hal ini dapat dibuktikan dengan fakta dan sains, dimana tanda-tanda itu nampak dengan jelas di dalam badai salju yang menghujani bagian utara Eropa dan Amerika setiap musim salju tiba.Dan sekarang terbukti bahwa salju telah beberapa kali turun di dataran Arab sebagaimana diberitakan TV Arab Saudi dan RCTI di atas.
Bagi umat Islam yang telah memahami ajaran Islam, turunnya salju di arab saudi ini bukan merupakan hal yang aneh, karena hal ini telah diterangkan oleh Nabi Muhammad SAW 1400 tahun yang lalu. Ketika para sahabat menanyakan kepada Rasulallah SAW mengenai kapan datangnya hari kiamat.Rasulallah SAW menjawab, bahwa pengetahuan mengenai datangnya hari kiamat hanya ada pada sisi Allah SWT.
Tetapi Allah SWT telah memberitahukan tanda-tandanya kepada Rasulallah SAW, antara lain sebagaimana diterangkan dalam salah satu Hadist Rasulallh SAW: “Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai(HR Muslim) ” Dari Hadist Rasulallah SAW di atas ada beberapa informasi yang didapat:
1. Informasi datangnya hari akhir / kiamat
2. Dahulu kala dataran / jazirah Arab pernah menjadi padang rumpur yang subur dan dipenuhi dengan sungai-sungai dan
3. Nanti, dataran Arab sekali lagi akan menjadi padang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai, sebagai salah satu tanda datangnya hari kiamat.
FOTO FOTO BANJIR MELANDA MEKKAH TH 1941
Foto 1 : Kabah kebanjiran
Foto 2 : Banjir masuk masjid
Foto 3 : Banjir masuk sampai ke terowongan Mina
Foto 4 : Banjir sampai ke jalan raya
Kejadian di atas merupakan salah satu bukti yang telah dijanjikan Allah SWT bahwa firman-Nya yang disampaikan melalui Nabi Muhammad SAW dalam Al-Quran dan Al-Hadist adalah benar datang dari Tuhan pencipta alam semesta ini, yaitu Allah SWT. Sebagaiman firman Allah SWT : “Al-Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al-Quran setelah beberapa waktu lagi” (QS. Shad :87-88)
Wahai umat manusia di dunia, apalagi yang yang menghalagi kita untuk beriman bahwa: “Tiada Tuhan selaian Allah, dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah”……. padahal kebenarannya telah terbukti?…….. dan hari kiamat telah di depan mata???……Siapkan bekal menuju alam kubur, padang mahsyar & kampung akherat sekarang juga !!!!

Detak jantungku..menahan gejolek jiwa
Detak jantungku semakin kencang,ketika aku bertemu dengan Kamu.
Malu rasanya diri ini berhadapan denganMu
Diri yang penuh di baluri dosa dan salah ini. Tiada kata yang dapat ku susun untuk mengatakan cinta kepadaMu
Ku tak mampu menulis satu kalimatpun tuk melukiskan getaran cinta ini
Ku tak mampu mengatakannya…
Ku tak mampu lagi berucap …..
Ku tak mampu……
Maafkan aku yang tak bisa berucap apa-apa…Ku tahu,Kau Maha tahu apa yang terjadi di lubuk hatiku ini..
post
Ada seorang ikhwan dan akhwat yang begitu berkomitmen dengan agamanya. Seorang ikhwan itu berkeinginan hendak untuk mengenal seorang akhwat yang solehah tersebut lebih dekat.
Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah. Sang ikhwan sendiri, harus maju menghadapi ayah sang akhwat. Dan ini, tantangan yang sesungguhnya.
Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang
sekarang amatlah berbeda. Sang akhwat tentu saja siap membantunya untuk memuluskan langkah mereka dalam rangka menggenapkan agamanya. Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah sederhana, di sebuah ruang tamu yang cukup usang, seorang ikhwan muda menghadapi ayah sang akhwat yang sudah setengah baya, untuk ‘merebut’ sang akhwat cantik nan solehah, dari sisinya.
“Oh, jadi kamu ta nak yang akan melamar putriku?” tanya sang ayah.
“Iya, Pak,” jawab pemuda itu.
“kamu sudah telah mengenalnya dalam-dalam? ”tanya sang ayah sambil menunjuk putrinya.
“Ya Pak, sangat mengenalnya, ” jawab pemuda itu, mencoba untuk meyakinkan.
“Lamaranmu kutolak!!.. Berarti kamu telah memacari putriku sebelumnya? Tidak bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model seperti itu!” balas sang ayah.
pemuda itu tergagap, “Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal sekedarnya saja, ketemu saja baru
sebulan lalu.”
“Lamaranmu kutolak!!.. Itu serasa ‘membeli kucing dalam karung’ kan, aku tak mau kau akan gampang menceraikannya, karena kamu tak mengenalnya. Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?” balas sang ayah dengan keras dan tegas.
Suasana khitbah semakin sulit dan runyam. Sang putri ayahnya itu mencoba membantu sang
pemuda.
Bisiknya, “Ayah, dia dulu aktivis lho.”
“Kamu dulu aktivis ya?” tanya sang ayah kepada pemuda itu. “Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti narkOba di Kampus,” jawab sang pemuda, dengan percaya diri.
“Lamaranmu kutolak!!.. Nanti jika kamu lagi kecewa dan marah sama
istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo
rumahku ini kan?”
“Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan. Banyak
yang nggak datang kalau saya suruh berangkat.” Jawab pemuda itu membenarkan.
“Lamaranmu kutolak!!.. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok mau ngatur keluargamu?” putrinya membisik lagi ketelinga sang ayah, : “Ayah, dia pinter lho.”
“Kamu lulusan mana?”
“Saya lulusan Teknik Elektro UGM Pak. UGM itu salah
satu kampus terbaik di Indonesia lho Pak.”
“Lamaranmu kutolak!!.. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM
ini tho? Menganggap saya bodoh kan?”
“Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma kok Pak.”
“Lha lamaranmu ya kutolak!!.. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik
anak-anakmu kelak?”
Bisikan dari sang putri itu datang lagi, “Ayah dia sudah bekerja lho.”
“Jadi kamu sudah bekerja?”
“Iya Pak. Saya bekerja sebagai marketing. Keliling Jawa dan Sumatera
jualan produk saya Pak.”
“Lamaranmu kutolak!!.. Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu
nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu.”
“Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak terlalu laku.”
“Lamaranmu tetap kutolak!!.. Lha kamu mau kasih makan apa anak istrimu nanti ,kalau kerja saja nggak becus begitu?”
Lagi-lagi ada Bisikan dari putrinya, “Ayah,,, yang penting kan ia bisa membayar maharnya.”
“Rencananya maharmu apa?”
“Seperangkat alat shalat Pak.”
“Lamaranmu kutolak!!.. Kami sudah punya banyak.
Maaf.” “Tapi saya siapkan juga emas satu kilogram dan uang limapuluh juta Pak.”
“Lamaranmu kutolak!!.. Kau pikir aku itu matre??.. dan menukar putriku dengan
uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku.”
putrinya kembali membisiki sang ayah, “Dia jago IT lho Pak” “Kamu bisa apa itu,.. internet?” “Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak saya
nge-net.”
“Lamaranmu kutolak!!.. Nanti kamu cuma nge-net thok. Menghabiskan anggaran untuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata.”
“Tapi saya ngenet cuma ngecek email saja kok Pak.”
“Lamaranmu kutolak!!.. Jadi kamu nggak ngerti tu yang namanya Facebook, Blog, Twitter, and Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek kayak kamu .”
Lagi-lagi sang putri membisiki sang ayah, “Tapi Ayah…dia kesini bawa mobil loh..”
“Kamu kesini tadi naik apa?”
“Mobil Mercy Pak.”
“Lamaranmu kutolak!!.. Kamu mau pamer tho kalau kamu kaya. Itu namanya
Riya’. Nanti hidupmu juga bakal boros. Harga BBM kan makin naik.”
“Anu saya cuma mbonceng mobilnya teman kok Pak. Saya nggak bisa nyetir”
“Lamaranmu kutolak!!.. Lha nanti kamu minta diboncengin istrimu juga? Ini
namanya payah. Kau kira putriku ini supir apa?”
“Kamu merasa ganteng ya?”
“Nggak Pak. Biasa saja kok”
“Lamaranmu kutolak!!.. Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang
cantik ini.”
“Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir
kok Pak.”
“Lamaranmu kutolak!!.. Kamu berpotensi jadi anak playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!”
putri sang ayah kini matanya berkaca-kaca, “Ayah, tak bisakah engkau tanyakan
soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?”
Sang ayah menatap wajah sang putri semata wayangnya, dan berganti menatap sang pemuda yang sudah menyerah dan pasrah.
“Nak, adakah yang telah kamu hafal dari Al Qur’an dan Hadits?”
Pemuda itu kini telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga. Pun pada pokok soal ini ia menyerah, lalu ia menjawab: “Pak, dari tiga puluh juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja. Hadits-pun cuma dari Arba’in yang terpendek pula.”
Sang ayah tersenyum, seraya berkata: “Lamaranmu kuterima anak muda. Itu
cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja
pun, aku masih tertatih-tatih.” Mata sang pemuda itu kini ikut berkaca-kaca karna saking terharunya.
(bukankah semua akan indah jika berakhir dengan happy ending? (Plisss…deh ah……….:-)
post
Semoga menambah wawasan & keyakinan kita akan Allah & ciptaan- Nya.
Maha Suci ALLAH   SWT  dari segala qudrat & iradat-nya..
  1 tamparan untuk 3 pertanyaan  , dari teman  .
Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri,  kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada  Bapaknya yang sholeh karena sadar & takut bahwa di alam akherat setiap Bapak pasti ditanya sudahkah dan bagaimana mendidik istri dan anak-anaknya agama menjadi amat merasa tertantang karena anaknya yang sarjana dari luar negeri ini walaupun cerdas namun ia arogan, nyaris munafik, suka maksiat, sulit sekali dididik menjadi anak yang menerima tauhid keislaman, sholeh, bertaqwa, sadar bahwa manusia lah yang butuh Alloh bukan sebaliknya dan mau beribadah sesuai syariat dan takut akan ajal yang buruk, siksa kubur dan neraka. Akhirnya  menuruti permintaan anaknya untuk mencari seorang  guru agama, kyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendatangkan kyai.
Pemuda : Anda siapa dan apakah bisa menjawab
pertanyaan-pertanyaan saya?
Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya
akan menjawab
pertanyaan anda.
Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai
orang yang pintar tidak
mampu menjawab pertanyaan saya.
Kiyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan:
1.Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan
kepada saya
2.Apakah yang dinamakan takdir
3.Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan
ke neraka yang dibuat
dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan.
Sebab mereka memiliki
unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir
sejauh itu?
Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi
dengan keras.
Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah
kepada saya?
Kiyai : Saya tidak marah…Tamparan itu adalah
jawaban saya atas 3
pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.
Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.
Kiyai : Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?
Pemuda : Ya!
Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!
Pemuda : Saya tidak bisa.
Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama…kita
semua merasakan
kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
Kiyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan
ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak.
Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan
menerima tamparan dari
saya hari ini?
Pemuda : Tidak.
Kiyai : Itulah yang dinamakan takdir.
Kiyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan
untuk menampar anda?
Pemuda : Kulit.
Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : Kulit.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Sakit.
Kiyai : Walaupun setan dijadikan dari api dan
neraka juga terbuat
dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan
menjadi tempat yang menyakitkan untuk setan.
ebelah))

1 Tamparan 3 Pertanyaan 25 Juni 2010

Posted by Ki Pitung in Artikel Hiburan.
add a comment
 (Dari millist sebelah)) Semoga menambah wawasan & keyakinan kita akan Allah & ciptaan- Nya.
Maha Suci ALLAH   SWT  dari segala qudrat & iradat-nya..
 
1 tamparan untuk 3 pertanyaan  , dari teman  .
Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri,  kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada  Bapaknya yang sholeh karena sadar & takut bahwa di alam akherat setiap Bapak pasti ditanya sudahkah dan bagaimana mendidik istri dan anak-anaknya agama menjadi amat merasa tertantang karena anaknya yang sarjana dari luar negeri ini walaupun cerdas namun ia arogan, nyaris munafik, suka maksiat, sulit sekali dididik menjadi anak yang menerima tauhid keislaman, sholeh, bertaqwa, sadar bahwa manusia lah yang butuh Alloh bukan sebaliknya dan mau beribadah sesuai syariat dan takut akan ajal yang buruk, siksa kubur dan neraka. Akhirnya  menuruti permintaan anaknya untuk mencari seorang  guru agama, kyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendatangkan kyai.
Pemuda : Anda siapa dan apakah bisa menjawab
pertanyaan-pertanyaan saya?
Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya
akan menjawab
pertanyaan anda.
Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai
orang yang pintar tidak
mampu menjawab pertanyaan saya.
Kiyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan:
1.Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan
kepada saya
2.Apakah yang dinamakan takdir
3.Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan
ke neraka yang dibuat
dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan.
Sebab mereka memiliki
unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir
sejauh itu?
Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi
dengan keras.
Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah
kepada saya?
Kiyai : Saya tidak marah…Tamparan itu adalah
jawaban saya atas 3
pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.
Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.
Kiyai : Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?
Pemuda : Ya!
Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!
Pemuda : Saya tidak bisa.
Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama…kita
semua merasakan
kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
Kiyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan
ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak.
Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan
menerima tamparan dari
saya hari ini?
Pemuda : Tidak.
Kiyai : Itulah yang dinamakan takdir.
Kiyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan
untuk menampar anda?
Pemuda : Kulit.
Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : Kulit.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Sakit.
Kiyai : Walaupun setan dijadikan dari api dan
neraka juga terbuat
dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan
menjadi tempat yang menyakitkan untuk setan.

Hopeless 9 Juni 2010

Posted by Ki Pitung in Artikel Hiburan.
3 comments
kutatap langit yang kelam
kutengadahkan wajah sayuku di hamparan malam yang gelap
ku tak kuasa menatap hari esok
meski kini lentera jalan masih menerangi malam ini
namun……
saat aku beranjak tuk pergi
seakan langkahku tertahan
aku berhenti dan ku tatapkembali langit yang sunyi
sesunyi hatiku yang kini tengah sendiri
tuhan……..
rintihku…. aku tak sanggup begini
siapa temanku yang akan memeluk hangat tubuhku
dikala aku menggigil
dikala aku merintih………..?
tuhan……..
ratapku…aku ingin ada yang merelakan bibir tuk ke kecup
merelakan belaian tangannya tuk ku raih
Dan merelakan seluruh tubuhnya tuk ku rengkuh….
hanya untuk aku terbuai penuh impian syahdu
adakah itu tuhan…….
berikan itu padaku

Apa Adanya 8 Juni 2010

Posted by Ki Pitung in Artikel Hiburan.
add a comment
Diujung belahan dunia manapun kau berada aku akan menantimu, aku akan hadirkan panorama cinta yang kulukis dengan tinta emas yang kumiliki,aku akan hiasi dengan pita berwarna pink,,andai kau tau betapa rapi dan indahnya kukemas asa ini mungkin kau akan pulang manemuiku dalam keadaan apapun ,,,aku tak akan mengeluh ,,aku tak akan berkomentar tentang pulangmu dalam ragaku karena seperti janji kita dulu aku akan menerimamu apa adanya….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar