Minggu, 16 Januari 2011

tanaman obat herbal

Tanaman Jahe Sebagai bahan Obat-obatan 




Tanaman obat jahe termasuk kedalam suku temu-temuan / rimpang-rimpangan (Zingiberaceae ), yang sefamili dengan temu-temuan lainnya seperti lengkuas (Lenguas galangal ), kencur ( Kaempferia galangal ), Kunyit ( Curcuma domestica ), Temulawak ( Curcuma Xanthorrhiza roxb.) Temuhitam ( Curcuma Aeruginosa ) dan sebagainya.

Umumnya rasa jahe adalah pedas karena mengandung senyawa gingerol,  sedangkan aromanya harum dan merangsang. Aroma jahe disebabkan oleh adanya kandungan minyak atsiri yang umumnya berwarna kuning dan sedikit kental. Sedangkan kandungan gingerol akan dipengaruhi oleh umur tanaman dan agroklimat setempat dimana tanaman jahe tersebut tumbuh.

Jahe mengandung 0,8 – 3,3 % minyak atsiri dan 3 % oleoresin, tergantung jenis jahe yang bersangkutan. Adapun zat-zat yang terkandung didalam jahe antara lain : Vitamin A, B, dan C, lemak, protein, pati, damar, asam organik, oleoresin ( gingerin), dan minyak terbang ( zingeron, zingirol, zingiberol, zingiberin, borneol, sineol, dan feladren )

Jahe banyak digunakan untuk penyedap makanan seperti bumbu dapur, bahan industri minuman dan parfum, makanan kecil dan obat-obatan. Secara tradisionil jahe digunakan untuk menyembuhkan beberapa penyakit, seperti kurang nafsu makan, kepala pusing, encok, batuk kering, masuk angin, terkilir, bengkak-bengkak, gatal-gatal, muntah-muntah, kolera, defteri, dan lain-lain.

Pengolahan dan konsumsi jahe sebagai obat bisa dilaksanakan oleh setiap orang dengan  secara mudah dan murah. Jahe bisa dibuat menjadi bermacam minuman, khas orang sunda misalnya Bandrek, atau dibuat menjadi permen jahe dan sebagainya. Tinggal kita pintar-pintar mengolahnya saja maka jahe menjadi sangat bermanfaat didalam pemeliharan kesehatan kita. Semoga tanaman jahe bisa dibudidayakan dengan baik dan bermanfaat untuk bangsa Indonesia khususnya dan masyarakat dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar